BANG ILLO: Sudah timbul Korban, Pemerintah baru kebingungan

Written by ambukha. Posted in Berita Nusantara, Hukum & Kriminal

ilo

Published on April 11, 2013 with No Comments

Platmerahonline.com | INHU-Riau

Bang IloPasca terjadinya tragedi di perbatasan Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil), sabtu (06/04) tepatnya di Kecamatan Kritang Inhil yang menewaskan 3 orang karyawan PT Palma Dua, milik PT Duta Palma Nusantara Group. Korban atas nama Andi Rusdi, Andi Tata, dan Zakaria. Mereka harus meregang nyawa secara tragis. Ketiganya menjadi korban kebringasan warga. Menurut masyarakat, pemerintah kurang menanggapi serius konflik antara masyarakat dengan perusahaan tersebut, mereka beranggapan bahwa persoalan ini tidak berujung kepada tindakan penyelesaian secara adil.

Diberitakan sebelumnya, korban Andi Rusdi (21) mengalami luka cukup mengerikan, kepalanya nyaris putus. Sedangkan dua rekannya, Andi Tata (28) mengalami luka tombak dibawah ketiak yang di duga tembus ke jantungnya, sedangkan korban Zakariah (47) yang ditemukan Senin (08/04) dengan tangan sebelah kiri putus dan otak keluar akibat sabetan senjata tajam milik warga Diduga masih ada korban lainnya yang belum ditemukan.

Menyikapi pristiwa ini, Susilowadi yang akrab disapa Bang Ilo, Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Besar Melayu Indragiri (IKBMI) dan Ketum-PMB Laskar Jayakarta, Kamis (11/04) kepada Platmerah menegaskan, “Harus ada pertemuan khusus antar Bupati di kedua wilayah tersebut, dengan menyertakan Komisi A atau bidang Hukum DPRD di kedua Kabupaten tersebut, dan melibatkan pihak Perusahaan, seluruh Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Ormas dan LSM serta melibatkan para AKtivis, TNI dan Polri dengan masing-masing Kepala Pemerintahan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil),” sebutnya.

Tentunya masing-masing Pemdakab membawa Peta Propinsi dan atau Peta Wilayah Inderagiri, serta alat JPS untuk menyesuaikan titik batas wilayah di kedua Kabupaten, yang secara jelas batasan wilayah itu tertera dalam Undang-Undang dalam Pemekaran tahun 1965 silam.
“Dan yang terpenting kedua pemerintahan kabupaten ini harus sama-sama melakukan pengecekkan langsung ke lapangan. Di lapangan tersabut, masing-masing kedua Kepala Pemerintahan itu harus segera membuat Berita Acara (BA) terkait temuan di lapangan tersebut. Kemudian wilayah mana yang masuk ke wilayah yang bukan wilayahynya, temuan itu harus dibuat status quo, dan dibuat nota kesepakatan bersama, merekomendasikannya agar proses hukum ditangani oleh POLDA RIAU, dan putusan PN atau PT agar berkekuatan Hukum.” tegasnya.

Lebih lanjut Bang Illo mengatakan, semua itu tinggal kita tunggu sikap dari Kepala Daerah Inhu atau Inhil, apakah mereka berpihak kepada Pengusaha atau kepada Masyarakat.
“Ironis sekali, kalau sudah terjadi korban jiwa akibat perseteruan pihak Perusahaan dan Masyarakat, maka pihak pemerintah daerah yang terjadi adalah, serba Kebingungan. Apalagi pihak Perusahaan ikut sebagai Sponsor Kepala Daerah itu, pada saat berlangsungnya Pilkada. Maka semangkin lengkaplah Masyarakat yang selalu dan akan menjadi korban ketidakadilan ini,”Tandasnya. (BUDI DARMA)

Editor : Luky Iskandar

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment