BBM NAIK, SIAPA UNTUNG ,SIAPA RUGI!!

Written by platmerah. Posted in Editorial

bbm1

Published on May 21, 2013 with No Comments

NULLPlatmerahonline.com|-Rencana Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sudah semakin nyata karena profosal draf rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) sudah diserahkan pemerintah ke DPR dan tinggal menunggu pembahasan dan pengesahannya, dalam draf RAPBN itu nantinya kenaikan harga jenis premium menjadi Rp 6.500 per liter dan solar menjadi Rp 4.500 per liter,

Kebijakan Pemerintah inipun mendapat banyak reaksi dari masyarakat karena dinilai dampak kenaaikan harga BBM bersubsidi ini secara otomatis, harga-harga bahan pokok akan melambung tinggi disebabkan biaya transportasi akan naik, biaya hidup semakin tinggi karena dari kenaikan itu dipastikan harga sandang, pangan, dan papan akan ikut naik, sehingga menyebabkan beban kehidupan masyarakat menjadi bertambah berat, begitu juga kepada pekerja buruh akan banyak mengalami PHK karena biaya produksi Prusahaan akan semakin tinggi sehingga akan timbul pengurangan karyawan, sehingga memicu Inflasi tinggi dan Inflasi tinggi akan menyengsarakan rakyat miskin dan melahirkan orang miskin baru.

Namun disamping itu Pemerintah mengatakan bahwa kenaikan BBM ini tidak terelakkan lagi dengan alasan komsumsi BBM yang tinggi serta harga minyak mentah yang kian tinggi merupakan faktor penyebab membengkaknya anggaran Negara untuk mensubsidi BBM, sehingga bila harga BBM tidak dinaikkan akan mengakibatkan defisit APBN sampai 3 persen atau lebih, dan bila dilakukan kenaikan BBM bersubsidi ini akan menyehatkan anggaran Negara dan bisa menghemat dana sebesar 35 trilliun, lagi pula subsidi BBM selama ini sudah menembus angka Rp287,7 Trilliun, 80% diantaranya dinikmati orang mampu, dan hanya 20% saja yang dinikmati rakyat miskin jadi dianggap dalam penerapannya selama ini tidak tepat sasaran,

Disamping kenaikan BBM bersubsidi pemerintah juga akan malakukan pembatasan pembelian BBM bersubsi yang akan diterapkan pada bulan Juli mendatang yaitu untuk kenderaan motor akan diberikan jatah pengisian 0.7 liter/hari dan kenderaan mobil akan diberikan jatah pengisian 3 liter/hari, pembatasan BBM ini nantinya akan dimonitor dengan Radio Frecquency Identification ( RFID ) yang dipasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU )

Dengan rancana kenaikan BBM bersubsidi ini, pemerintah juga sudah mengantisipasi dampak sosial akibat kenaikan BBMini, dimana pemerintah akan mengucurkan bantuan melalui program dan perluasan perlindungan sosial (P4S) yang meliputi subsidi pangan dengan progoram raskin sebesar Rp. 4.3 trilliun, program keluarga harapan (PKH) Rp. 728,8 milliar, dan bantuan siswa miskin (BSM) Rp. 7.8 trilliun sementara dana BLSM sebesar Rp. 14 trilliun untuk diberikan kepada 15.5 juta rumah tangga sasaran (RTS) sebesar Rp.150.000 selama lima bulan maksimum enam bulan

Dari kebijakan pemerintah ini banyak pihak yang berbeda pendapat atas kebijakan ini, kenapa harus BBM subsidi yang dinaikkan harganya kenapa tidak mengambil contoh dari pemangkasan biaya kunjungan luar negeri seluruh kementerian dan lembaga karena dinilai selama ini tidak efektif, bahkan menurut laporan BPK tahun 2011, terjadi pemborosan anggaran sebesar 40% dari Rp. 20 trilliun anggaran perjalanan dinas atau setara 8 trilliun, begitu juga dengan harta para koruptor kenapa bukan itu yang dikejar, maksimalkan penerimaan dari pajak, naikkan royalty perusahaan asing.

Akibat kebijakan ini timbul pertanyaan atas sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM, sehingga ada prasangka yang diciptakan dalam kenaikan BBM ini nantinya hanya muatan politis semata, jadi banyak berpendapat jika pemerintah tetap bersikukuh menaikkan BBM maka kompensasi tidak boleh berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), seperti kejadian masa lalu yang sesungguhnya tidak mennyentuh persoalan pokok masyarakat baik disektor konsumsi maupun produksi, namun akan lebih berguna bagi seluruh masyarakat bila digunakan atau diarahkan pada infastruktur atau pembangunan lain dan sector rill dimasyarakat.

Penulis : Hotma Lingga / PM

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment