Terancam dipecat… Briptu Rani pernah mengaku sakit luar dalam

Written by platmerah. Posted in Editorial

Terancam dipecat… Briptu Rani pernah mengaku sakit luar dalam

Published on June 29, 2013 with No Comments

Platmerahonline.com – Briptu Rani (25) dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar disiplin. Polwan cantik asal Polres Mojokerto ini direkomendasikan untuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Bahwa Briptu Rani secara sah terbukti melakukan perbuatan tercela, melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) nomer 1 th 2003 tentang pembehentian anggota polri, Jo Pasal 21 ayat 3 huruf e perkap nomer 14 th 2011 tentang KKEP,” kata Kabid Humas Polda Jatim, AKBP Awi Setiyono saat ditemui di razia dinamit di kawasan depan City of Tomorrow, Jumat (28/6/2013).

Dan atau, lanjut Awi, Pasal 13 PPRI nomer 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri Jo Pasal 21 ayat 3 huruf i Peraturan Kapolri nomer 14 tahun 2011 tentang KKEP.

Perbuatan tercela yang dimaksud yakni, berupa bolos apel. Selain itu, Briptu Rani juga telah mengantongi 5 kali Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD), termasuk kasus disersi selama 3 bulan (Januari 2013-Maret 2013) saat dinas di Polres Mojokerto.

Sidang KKEP terhadap Briptu Rani sore tadi dihadiri 4 saksi termasuk tersangka pelanggar. Sidang dipimpin langsung Kabid Propam Polda Jatim Kombes Pol Drs Tomsi Tohir.
“Sidang menjatuhkan Briptu Rani dengan sanksi bersifat administratif berupa rekomendasi PTDH sebagai anggota polri,” tutur Awi.

Sementara itu, pimpinan sidang KKEP memberi waktu 14 hari ke depan untuk Briptu Rani menyiapkan banding. Kemudian, rekomendasi PTDH akan diteruskan kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono.
“Terduga pelanggar melakukan banding dan kami beri waktu 14 hari. Nanti apa hasilnya, sepenuhnya nanti keputusan dari Kapolda Jatim,” pungkas Awi.

briptu.raniSakit Luar Dalam
Sebelumnya pernah diberitakan, ada isu-isu tak sedap di sekitar kehidupan mantan Sekpri Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho, Briptu Rani Indah Yuni Nugraeni (25). Soal sering bolos sehingga dihukum 21 hari, beredarnya foto syur di dunia maya hingga pengakuan pelecehan oleh pimpinan. Ia mengaku sangat tertekan.
“Saya sakit luar dalam,” kata Rani saat berbincang secara eksklusif dengan TransTV sebagaimana dilansir DetikTV, Kamis (13/6/2013).

Rani yang saat itu mengenakan blus pink dan rok warna cokelat, mengaku malu sama teman, keluarga, dan masyarakat umum. Ia tertekan dan mengalami depresi. Karena itu, polwan yang pernah bertugas di Polwil Bojonegoro itu mengikuti terapi pengobatan di Jakarta.
“Saya sering melamun, kadang menangis sendiri,” kata Rani berusaha tegar.

Rambut Rani masih pendek, khas polwan. Di awal wawancara, ia mengaku dalam kondisi baik. Saat ditanya soal alasan menghilang selama hampir 5 bulan, janda beranak satu ini membantah bersembunyi. Ia berada di Jakarta untuk terapi.

Rani dinilai sering bolos dan dihukum 21 hari oleh Propam Polres Mojokerto. Ia dijadikan DPO karena tak muncul sejak vonis dibacakan. Sejak 17 Januari 2013, ia dianggap hilang.

Di tengah pencarian Briptu Rani, foto-foto syur perempuan kelahiran 1988 itu beredar ke publik. Tak jelas siapa yang mengedarkan dan siapa sumbernya. Dalam wawancara eksklusif dengan TransTV, Rani tak menyinggung soal tersebut.

Dalam kemunculannya ke publik, Rani mengaku mengalami pelecehan oleh pimpinan. Ia merasa tertekan dan akhirnya menghilang. Bukan untuk bersembunyi, melainkan hanya mengikuti terapi depresi.
(Sumber:detik)

Dinyatakan bersalah… Briptu Rani ajukan Banding

Jangan lewatkan: Miss Unique Rose… wanita “Super sexy” siap menabur cinta

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment