Bupati Banyuwangi kumpulkan Stakeholder pendidikan pasca cuti libur lebaran

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara

anas-banyuwangi

Published on August 14, 2013 with No Comments

Platmerahonline.com | Banyuwangi, JATIM – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pasca Libur Lebaran langsung menggenjot atas kinerjanya di lingkungan pemkab, khususnya terkait program utama atas pembangunan yang ada di Banyuwangi. Selain untuk melakukan sidak di sejumlah tempat pada layanan publik dan layanan tentang kesehatan, Anas juga mengumpulkan para stakeholder di sektor pendidikan di Pendopo Shaba Swagata Blambangan. Tujuan Bupati tidak lain, supaya jajaran Pemerintahan yang ada di Kabupaten Banyuwangi betul-betul memberikan pelayanan yang terbaik terhadap semua warga masyarakat.

Setelah di pagi hari melakukan sidak di beberapa tempat pelayanan publik seperti halnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil)RSUD Blambangan dan lingkungan sekretariat Pemkab, diteruskan siang harianya Anas telah mengumpulkan stakeholder pendidikan yang terdiri dari Pengawas Pendidikan dan Kepala Pelaksana Teknis Dinas (UPTD)Pendidikan se-Kabupaten Banyuwangi.

Dikumpulkanya semua para kepala Dinas dan Stakeholder ini,agar mereka bisa mengoptimalkan atas fungsi pengawasan kepada para guru dan Kepala sekolah karena selama ini fungsi pengawasan mereka hanyalah sekedar rutinitas yang kurang berjalan dengan maksimal,”Saya atas nama Pemkab Banyuwangi telah mengumpulkan ini agar mereka bisa bekerja dengan sungguh-sungguh lagi pula kami mendapat masukan miring dari mereka supaya bisa mensistimisasi dalam kerjanya. ”Tegas Bupati Anas.

Dalam meningkatkan fungsi tersebut, Bupati Anas meminta agas hasil pengawasan dari para pengawas pendidikan di setiap Kecamatan bisa langsung Email-kan pada Bupati,atau kepada Sekda secara periodik. Tak hanya turun ke lapangan, yang terpenting adalah temuan dilapangan harus juga dilaporkan dan ditabulasi, ”Dengan secara tersebut diatas, setiap potensi persoalan dan masalah soal pendidikan bisa cepat segera teratasi serta cepat diselasaikan. Saya menghimbau agar jika mengambil kebijakan harus selaras dengan arus bawah”. Harapan Bupati Anas agas para pengawas sekolah, penilik, kepala UPTD, aware mau turun langsung serta memotret masalah-masalah yang ada di lapangan.

Mantan politisi DPR RI ini, dalam kesempatan ini seolah tak mau terlewatkan oleh para sekolah, penilik, dan kepala UPTD yang menghadiri acara tersebut di pendopo. Juga Bupati mempersilahkan dan memberikan pertanyaan dan masukan terhadap anggota yang hadir dalam rapat, “kami persilahkan kalau ada yang mau tanya atau pertanyaan bila masih belum ada yang faham…?” Kata Anas.

Salah satunya, Suyoto yang memberikan masukan yang ditujukan pada bupati terkait adanya 9 sekolahan negeri yang berbasis pesantren yang ada di Kabupaten Banyuwangi yang selama ini belum diperdayakan secara maksimal. “Sekolah-sekolah ini pastinya butuh pola pengembangan yang terbaik termasuk pemilihan kepala sekolahnya yang juga punya serta memiliki basic agama yang mumpuni dan baik. Karena selama ini masih banyak siswa/anak yang memilih sekolah pesantren berada diluar daerah. Jika perihal ini akan diperbaiki maka anak-anak Banyuwangi tak akan perlu mencari atau sekolah di luar Kabupaten Banyuwangi,” Tandas pengawas sekolah dari SMP itu.

Begitu menanggapi usulan dari Suyoto, Anas menyatakan akan segera membuat rumusan ke depan agar meski berganti kepala daerah,policy-nya juga tak ikut berubah, ”Masukan ini tentu saja sangat bagus dan akan segera kami tindak lanjuti termasuk mengumpulkan para pengasuh pondok pesantren dalam merumuskan perihal tersebut diatas, ”Janji Bupati Anas.

Karena hal ini dianggap sebagai sektor penting, Bupati akan mengalokasikan atas anggaran soal pendidikan tahun ini sebesar Rp 974 miliyar. Di Banyuwangi sendiri saat ini jumlah pengawas sekolah sebanyak 118 orang, sedangkan jumlah itu juka dibanding rasio jumlah para sekolah masih kurang. Sementara jumlah tenaga guru pengajar yang kita miliki di Kabupaten Banyuwangi ada 8235 guru, dengan 5035 diantaranya masih menduduki sebagai jabatan struktural.

(Imam Thohari – PM)

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment