Germo dan PSK Lokalisasi Sumberkembang Tolak Bantuan Pemerintah

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara

abg-psk

Published on October 02, 2013 with No Comments

psk sumberkembangPlatmerahonline.com |Banyuwangi, Jatim – Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, untuk memberikan bantuan uang terhadap Mucikari (Germo) sebesar Rp 5 juta, sedangkan untuk Pekerja Sex Komersial (PSK) sebesar Rp 3 juta, itu ternyata diabaikan oleh para mucikari dan PSK.

Satpol PP dibantu Babinkamtibmas, Babinsa Kecamatan Tegalsari, sempat mengujungi Lokalisasi Sumberkembang Desa Karangmulyo Kecamatan Tegalsari untuk melakukan pendataan terhadap penghuni yang ada di lokalisasi guna akan diberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 5 juta, dengan rincian untuk Mucikari (Germo) Rp 3 juta untuk Pekerja Sex Komirsial (PSK). Namun himbauan tersebut diabaikan oleh para penghuni.

Salah seorang Mucikari (Germo)yang bernama Pipit (45) asal warga Dusun Sumberkembang Timur, Desa Karangmulyo, ketika ditemui Plat Merah pihaknya dengan lantang menolak keras bantuan tersebut, dengan alasan uang pemberian dari Pemerintah tersebut tidak cukup.
“Soalnya kami mempunyai tiga anak itu semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, Apa lagi pihak Pemerintah Daerah hanya memberikan bantuan dana Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, terus kami disuruh mengosongkan tempat lokalisasi. Tetapi yang jelas kami tidak mau menerima jenis bantuan yang diberikan oleh Pemerintah,” kata Pipit.

Sementara itu, Pengurus tempat lokalisasi yang bernama Paimo (67), warga Dusun Sumberkembang Timur, Desa Karangmulyo, sangat menyayangkan dengan adanya Pemerintah selalu akan menutup tempat lokalisasi dengan imbalan berupa uang sebesar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

“Tetapi itu semua tidak mencukupi kebutuhan yang ada di sini mas. Selain itu kami sangat setuju pihak Pemerintah melakukan program yang selama ini didengungkan, namun kami hanya berpesan dengan isntansi terkait jangan hanya berupa bantuan uang saja, bila perlu rumah dan tanahnya kalau bisa dibeli oleh Pemerintah.” tandasnya.

”Kami ini bingung masak rumah dan tanah milik kami pribadi kok disuruh mengosongkan dan hanya dikasih imbalan dibawah Rp6 juta? Kalau pihak Pemerintah Daerah mau membeli rumah dan tanah, kami juga siap hengkang dari tempat haram tersebut. Selain itu kami akan mencari pekerjaan di luar lokalisasi,” cetus Paimo, pengurus lokalisasi.

Kasi Satpol PP Kecamatan Tegalsari, Miskun, ketika ditemui di tempat lokalisasi membenarkan bahwa ada beberapa mucikari dan PSK yang menolak bantuan dari Pemerintah. “Namun demikian kami terus berusaha untuk melakukan sosialisasi terhadap para pekerja sex komirsial (PSK) dan Mucikari (Germo). Selain itu kami juga akan melanjutkan masukan dari pengurus tempat lokalisasi Sumberkembang Timur, bahwa rumah dan tanahnya itu agar dibeli Pemerintah. Mungkin ini bisa dipertimbangkan oleh petinggi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.” Katanya. (Imam)

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment