Kunci Jawaban UN 2013 Bocor

Written by ambukha. Posted in Nasional | Internasional, Pendidikan | Budaya

Platmerah UN bocor

Published on April 22, 2013 with No Comments

Platmerahonline.com | Surabaya

un-bocor1Isyu tentang kebocoran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) di Surabaya kian merebak. Terungkapnya kasus ini berawalnya dari penciuman anggota Satuan Intelkam yang memergoki Alex, salah satu dari 12 pelajar SMAK Frateran yang mengajak patungan membeli kunci jawaban UN dari seseorang. Alex sendiri masih berkelit atas penjual kunci jawaban. Ada dugaan Alex tidak langsung berhubungan dengan penjual melainkan melalui kerabatnya. Kebocoran tersebut berhasil diendus Dewan Pendidikan dan Kepolsian seusai UN, karena setiap lembar kunci jawaban itu harus dibeli dengan harga Rp 10 juta-15 juta/paket.

Ketua Dewan Pendidikan Jatim Zainuddin Maliki dan Perwakilan Ombudsman Jatim Agus Widiarta, mendesak kepolisian melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan kebocoran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) yang terjadi di SMAN 1 Puri dan SMAN 1 Sooko di Kabupaten Mojokerto dan di SMA Han Tuah 1, SMK-AL 1 serta SMAK Frateran di Kota Surabaya.

Namun, desakan Dewan Pendidikan itu dicegah Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr Harun yang menyatakan bahwa tidak mungkin kunci jawaban UN di Jatim bocor. Meskipun petugas kepolisian menemukan kombinasi kunci jawaban UN dari 12 orang siswa SMAK Frateran Surabaya.
“Saya yakin kunci jawaban itu palsu. Karena kunci jawaban UN hanya dipegang Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta. Sementara kita di Dinas Pendidikan Provinsi, kota, dan kabupaten hingga pengawas serta pelaksana di lapangan tidak bisa diberi. Juga tidak mendapat bocorannya,” ujarya.

Tetapi, Harun tidak menampik kemungkinan adanya kecurangan dalam kasus beredarnya kombinasi jawaban UN SMA yang diterima murid sejumlah sekolah swasta Surabaya, hanya untuk mengeruk keuntungan secara untung-untungan. “ Bisa saja soal UN sudah dibagikan ke siswa, kemudian guru sekolah setempat memberikan panduan jawabannya pada siswa yang sedang mengerjakan. Kalau kunci jawaban itu ditemukan di dalam kelas, bisa jadi itu diperoleh dari gurunya. Dan itu namanya bukan bocor, tapi curang,” unkapnya.
Harun menegaskan, kalau dalam pemeriksaan polisi memang ditemukan adanya kecurangan, baik siswa maupun gurunya, akan mendapat sanksi tegas.

Menyikapi dugaan kebocoran UN di Surabaya, Ombudsman Jatim berjanji akan menyelidiki kasus beredarnya kunci jawaban tersebut. “Kami akan mengumpulkan data dulu,” ujar Agus Widiarta.
Dia menambahkan, pihaknya mendapat informasi ihwal beredarnya kunci jawaban di kedua SMA di Mojokerto dan beberapa SMK dan SMAK di Surabaya tersebut berasal dari masyarakat. Yang membuat ia geram adalah, beredarnya kunci jawaban itu diduga diketahui oleh pengawas ujian. Hasil pengumpulan data tersebut, akan dibuatkan rekomendasi dan dilaporkan ke Jakarta karena di sana ada tim khusus yang menangani soal UN.

Di tempat terpisah, Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya, kini masih menyelidiki beredarnya kunci jawaban UN di sejumlah siswa SMAK Frateran, Surabaya. Polisi sempat mengamankan 12 orang siswa yang diduga mengetahui jual-beli kunci jawaban UN, namun kemudian melepaskannya kembali setelah mereka dimintai keterangan.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Tri Maryanto mengatakan, pihaknya belum meningkatkan status terhadap orang-orang yang diperiksa. Menurutnya, pihaknya setelah memeriksa sejumlah saksi dari pelajar langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya maupun Provinsi Jatim. Tujuannya untuk segera mendapatkan kepastian perihal akurasi jawaban tersebut.
“Yang terpenting, kami harus memastikan dulu akurasi dari kunci jawaban tersebut,” kata Kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 12 SMAK Frateran menunjukkan, untuk mendapatkan kunci jawaban UN Rp 10 juta itu dibelinya dengan cara patungan. Polisi masih kesulitan mendalami siapa orang diatas Alex yang terkait penjualan kunci jawaban UN itu.
“Jika nantinya kunci jawaban itu akurat, maka kita akan melanjutkan proses penyelidikan dan menulusuri alur jual beli itu hingga akhirnya bisa sampai ke tangan pelajar SMK Frateran, Surabaya,” tandasnya.
(SP/IC-PM)*

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment