LAM RIAU AGENDAKAN DEMO BUPATI DAN DPRD INHU

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara

LAMR1

Published on May 19, 2013 with No Comments

LAMR5Platmerahonline | INHU, Riau
Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-R) Indragiri Hulu (Inhu), Kepengurusan Pasir Penyu, selepas sholat Jumat tanggal 17 Mei 2013, sekira pukul 14:00 wib sampai dengan pukul 16:30 wib, sejumlah 38 pengurus hadir dalam rapat tersebut. Diantara yang hadir adalah; Ketua LAM-R Inhu Zulkifli Gani, Sekretaris LAM-R Inhu Ali Fahmi, Mantan Ketua DPRD Inhu H Marpoli, H Zaharman Kaz Wakil Ketua DPRD Inhu, H Mazun, H Munir, H Samsul Bahri, H Basyid, Haryadi Sanjaya SP, Jamhur dan sejumlah pengurus lainnya.
Selanjutnya rapat dilanjutkan pada hari Minggu, tanggal 19 Mei 2013 di gedung Balai Adat Pasir penyu, yang di hadiri sekitar 35 pengurus LAM-R, dan beberapa organisasi kemasyarakatan lainya, yakni; Marwan, Abu Salam, M Ali Fauzi SH, Arifudin Ahalik, Adila Anshori (Ucok). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LAM-R Inhu, Zulkifli Gani dan Sekretaris Ali Fahmi. Rapat dimulai pukul 09:30wib sampai dengan pukul 14:00 wib.

LAMR4Menurut Sekretaris LAM-R Pasir Penyu Hariadi Sanjaya SP, rapat mengagendakan Demo ke-kantor Bupati dan DPRD Inhu. Ada 9 Warka (Pernyataan Sikap, red) yang diputuskan di dalam rapat tersebut, dan kami hanya membuka satu Warka saja, yakni; Mendesak Bupati Inhu, agar segera menyelesaikan permasalahan lahan antara perusahaan dengan masyarakat yang rawan terjadinya konflik pertikal maupun horizontal. Dan kami membahas permasalahan-permasalahan warga se-Inhu yang mengalami konflik dengan perusahaan, terutama permasalahan warga Desa Jati Rejo dan warga Desa Sungai Air Putih dengan PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP).

“Permasalahan PT TPP dengan warga Kecamatan Pasir penyu, adalah menjadi skala prioritas selain permasalahan warga dengan PT Duta Palma Group, karena permasalahan PT TPP ini sudah menjadi permasalahan Nasional. Terlebih aksi warga ini, terlihat dengan mata kepala kita secara jelas. Dan mengenai 8 warka lagi, masih kami rahasiakan, dan belum bisa di publikasikan,”akunya.

LAMR3Masih kata Hariadi Sanjaya, dirinya membeberkan, bahwa LAM-R sudah membuat komitment tidak akan memberikan gelar adat, yakni “Datok Setia Amanah” kepada Bupati Inhu Yopi Arianto SE, dan dalam AD/ART setiap Kepala Daerah Riau berhak untuk mendapatkan gelar adat tersebut. Menurut hasil evaluasi LAM-R, Yopi Arianto tidak masuk kriteria. Artinya dia tidak pantas mendapat gelar adat “Datok Setia Amanah” dan mengenai ini, sudah kami sampaikan kepada ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Bapak H Tenas Efendi. Dan dari semua Kepala Daerah di Riau, hanya Bupati Inhu yang tidak mendapat gelar adat “Datok Setia Amanah” tersebut,”Bebernya

Disinggung PlatMerah, adanya gonjang-ganjing dana hibah, Sekretaris LAM-R Pasir penyu ini menambahkan, bahwa LAM-R Pasir penyu terdiri dari 4 kecamatan, yakni; Kecamatan Pasir penyu, Lirik, Sungai Lala, dan Lubuk Batu Jaya. Terkait folemik LAM R Inhu dengan Bupati Inhu tentang dana hibah, kami tidak mau main-main dengan persoalan ini, karena ini adalah menyangkut marwah kami. “Saya sudah mendapat informasi dari sekretaris LAM R Inhu, bahwa Bupati Inhu sudah menghadap Ketua Adat Melayu Riau, Tenas Efendi, dan beliau menyarankan agar Bupati Inhu menyelesaikan persoalan ini dengan LAM-R Inhu,”kata, Hariadi Sanjaya.

LAM-R BERI MOTIVASI WARGA JATI REJO – SUNGAI AIR PUTIH

LAMR6Selepas rapat dan makan siang di Rumah Makan Roda Baru Airmolek, pengurus LAM-R Inhu mendatangi kediaman H Marpoli Mantan Ketua DPRD Inhu. Selanjutnya, sekira pukul 15:15 wib rombongan LAM R Inhu Zulkifli Gani, Ali Fahmi, H Marpoli, H Samsul Bahri, H Munir, Abu Salam, Hariadi Sanjaya, dan sejumlah rombongan sekitar 20 pengurus dan anggota LAM-R Inhu mendatangi lokasi aksi warga Desa Jati Rejo dan Sungai Air Putih, di Blok L ,simpang Siak Baru (SB).

Ratusan warga yang sedang melaksanakan aksi di lahan eks HGU PT TPP yang dimulai sejak 25 April 2013 yang lalu, hingga Minggu 19 Mei 2013, sontak kaget bercampur rasa haru. “Kami sangat terharu atas kehadiran pengurus LAM-R Inhu, sebelumnya Polres Inhu, Dandim Inhu, anggota Komisi A DPRD Inhu, FMRB pimpinan Bang Illo, LSM Bernas, LSM LP5SBI, dan LSM PETA sudah hadir memberikan dukungan moril kepada kami. Kemudian hari ini, kami dikunjungi oleh pengurus LAM-R Inhu, terlebih hadirnya H Marpoli Mantan Ketua DPRD Inhu, hal ini menjadi motivasi buat perjuangan warga,”kata Maknur, putra sulung Almarhum Datok Sungkal, warga Sungai Air Putih, diamini Arsad warga Jati Rejo.

LAMR7Dalam Kesempatan itu, Ketua LAM-R Inhu Zulkifli Gani di dampingi Sekretarisnya, Ali Fahmi memberikan pencerahan kepada ratusan warga di simpang SB. “Kedatangan LAM-R Inhu ke lokasi aksi warga yang sudah berlangsung sekitar 19 hari ini, adalah untuk memberi motivasi dan menyaksikan secara langsung tentang adanya konflik warga dengan perusahaan yang sampai hari ini belum mendapat perhatian serius dari Pemkab Inhu,”sesalnya.

Dikatakannya, LAM-R Inhu, turut prihatin dan ber- empati atas aksi warga disini. Namun kita jangan berdiam diri saja, kita harus berani menekan pemerintah daerah. Sebenarnya, kalau Pemkab Inhu berani menekan perusahaan, pasti permasalahan ini tidak berlarut-larut. Dalam waktu dekat ini, kita akan mendatangi Bupati Inhu dan DPRD Inhu. “Tanpa Intervensi dari pihak manapun, kami siap memperjuangkan hak-hak masyarakat. Dengan filosofi “Sapu Lidi”, tentunya perjuangan kita semakin kuat. Kita tidak ingin menjadi warga yang anarkis, oleh karenanya terkait persoalan ini, kita segera menggesa pemerintah dengan tetap mengedepankan norma-norma agar perjuangan masyarakat tidak bertentangan dengan hukum,”imbaunya.

LAMR2“Disini kita dilahirkan, hidup dan mati. “Dimana ada bumi Indragiri Hulu yang di rampas oleh perusahaan dengan tidak benar, kita wajib memperjuangkannya. Bila perlu kita kepung kantor Bupati dan DPR Inhu,”tegas Zulkifli Gani dan Ali Fahmi, memberi motivasi warga.
Sementara itu H Munir menyebutkan, agar warga tidak terprovokasi oleh tindakan-tindakan anarkis. Dalam kesempatan itu dirinya mengimbau, agar warga tidak memilih pemimpin-pemimpin yang tidak peduli dengan rakyat, termasuk Legeslative, Bupati, maupun Kepala Desa yang tidak amanah dan terkesan berpihak kepada perusahaan,”imbau, H Munir. (BUDI DARMA)

Editor: Luky Iskandar

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment