LAMR Pasir Penyu Sindir Kehadiran BRIMOB di Lahan Eks HGU PT TPP

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara

brimob2

Published on September 09, 2013 with No Comments

Platmerahonline.com | Inhu, Riau – Kehadiran pasukan Brimob asal BKO Tanjung Pinang Kepulauan Riau (Kepri) pada hari, Sabtu 07 September 2013 kemarin menimbulkan tanda tanya bagi elemen masyarakat khususnya Hariadi Sanjaya, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) wilayah Pasir penyu.

lamrBang Sanjaya sapaan akrab pria asli putra daerah ini kepada media ini, Senin (09/09/13) di Air molek mengungkapkan rasa keprihatinannya atas peristiwa hadirnya sekitar 1 regu atau setingkat 1 SSK tersebut. “Tidak jelas kehadiran sejumlah Brimob tersebut untuk siapa dan untuk membela siapa, semuanya menjadi tanda tanya besar, terlebih mereka berasal dari BKO Tanjung Pinang yang informasinya diperbantukan untuk mengamankan Pilgubri,” sindirnya.

“Dari sumber yang saya terima, mereka sempat melakukan pengawalan kepada karyawan PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) untuk melakukan pemanenan dan mereka sempat mengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) di lokasi kejadian, namun dihadang oleh sejumlah warga Kecamatan Lirik dan warga Kecamatan Pasir penyu yang sedang menguasai lahan eks HGU PT TPP di persimpangan afdeling Desa Sungai Sagu.” paparnya.

Dikatakannya, persoalan ini tidak bisa dianggap remeh, sebab bila sedikit saja ada miss komunikasi atau terpancing emosi, baik dari elemen masyarakat maupun Brimob di lokasi yang sedang berkonflik tersebut, maka taruhannya sangat mahal. Oleh karenanya, dia berharap, agar persoalan ini dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana. “Kalau memang tuntutan masyarakat tentang kebun Plasma minimal 20% dari luasan HGU PT TPP bisa diselesaikan secara damai kenapa harus ada kekerasan. Yang membuat saya heran kenapa pihak PT TPP bertindak arogan dan tidak kunjung melakukan perintah undang-undang Permentan Nomor 26 tahun 2007, ada apa?. Apakah ada sesuatu dibalik ini?” kecamnya.

Bang Sanjaya juga sangat menyayangkan sikap Yopi Arianto, Bupati Indragiri Hulu (Inhu) yang terkesan sangat membingungkan masyarakat terkait menyikapi persolan konflik masyarakat Vs PT TPP. Walaupun persoalan HGU ini ranahnya BPN RI, namun sikap tegas Pemkab Inhu dapat berpengaruh bagi keputusan BPN RI maupun PT TPP perihal untuk segera mengeluarkan tuntutan masyarakat tersebut, karena lokasi perkebunan sawit PT TPP tersebut berada di Inhu. Apalagi beberapa waktu yang lalu Pemkab Inhu pernah melakukan ukur ulang lahan HGU PT TPP dan terbukti lahannya berlebih, namun sampai sekarang tidak ada aksi nyata dari Pemkab Inhu itu sendiri, “Analisa saya ini berarti, Bupati Inhu sengaja atau tidak sudah menciptakan konflik berkepanjangan bagi masyarakat Pasir penyu, Sungai lala, Lubuk Batu Jaya, Lirik dengan PT TPP.” ungkapnya lagi.

“Untuk itu saya berharap, agar konflik ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui perundingan yang cerdas agar rakyat tidak dirugikan dan perusahaan pun merasa nyaman berinvestasi di bumi Indragiri Hulu tercinta ini. Dan harapan saya tidak ada kekerasan atau intimidasi di tempat konflik tersebut dengan mendatangkan pasukan Brimob atau TNI, karena kehadiran aparat ini bukan malah menyelesaikan masalah, tapi bisa saja malah menambah horor suasana yang berakibat penyesalan bagi semua pihak,” sebut, Hariadi Sanjaya.

Dari pantauan Plat Merah , belum ada pihak yang bertanggung jawab atas hadirnya pasukan Brimob di area konflik tersebut, dan akibat peristiwa ini masyarakat yang tergabung di dalam wadah Koperasi Citra Usaha Mandiri (KCUM) maupun yang tidak atau belum bergabung sepakat membentuk forum dengan nama “Forum Masyarakat Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Sungai lala, dan Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu”. Forum yang dibentuk ini akan mengadakan pertemuan dalam rangka pembahasan penyelesaian lahan eks HGU PT TPP kebun Air molek Inhu seluas 10.244 Hektar yang sudah berakhir sejak tanggal 31 desember 2012. Pertemuan akan diadakan di Balai Adat Melayu Riau Air molek pada hari Rabu pagi tanggal 11 september 2013. (HAMDAN SIREGAR/BD – PM).

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment