PERIHATIN DENGAN AKSI WARGA, LSM PETA SUMBANG SEMBAKO

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara, Hukum dan Politik

BANTUAN 1

Published on May 07, 2013 with No Comments

plamerahonline.com |INHU, Riau

BANTUAN 5Terkait penguasaan lahan eks HGU PT Tunggal Perkasa Plantation (PT TPP), sejak kamis, 25 April 2013 hingga hari ini, sekitar ratusan warga Desa Jati Rejo dan Sungai Air Putih membangun tenda dan warga bermalam di lahan tersebut. Para suami membawa serta istri dan anak-anak mereka. Terlihat sejumlah anak-anak asyik bermain dan sejumlah ibu-ibu memasak makanan ringan serta menyiapkan kopi panas sembari mengikuti perkembangan berita terkini di platmerahonline.com.
Dalam kesempatan itu kepada Plat Merah, Sekjen LSM Pembela Tanah Air (PETA) Ferdinan Eddy Tayu bersama sejumlah anggota, Senin (06/05) mengungkapkan rasa prihatinnya atas pristiwa ini. Menurutnya, permasalahan ini tidak terus berlarut-larut, karena berpotensi menimbulkan benturan secara fisik. Dan mudah-mudahan, kehadiran warga di simpang Siak Baru (SB) milik perkebunan eks HGU PT TPP ini menjadi perhatian serius, baik Pemerintah daerah maupun pusat.

BANTUAN 4Dikatakannya, Kehadiran pihaknya (LSM PETA, red) di lokasi aksi warga, bukan mau mempertanyakan siapa yang benar ataupun pihak mana yang salah. “Kehadiran kami kemari karena rasa kemanusiaan dan kami ingin ber-empati terhadap apa yang dirasakan warga. Kami memberikan beberapa kardus mie instan dan minuman mineral, dan kami juga menanyakan kepada warga tentang kondisi kesehatan mereka. Alhamdulilah, menurut keterangan warga, kondisi mereka masih sehat-sehat saja dan walaupun malam hari tidak ada nyamuk yang menyerang warga, namun sejumlah ibu-ibu yang membawa serta anak-anaknya mengalami keluhan perut kembung atau masuk angin,” katanya.

BANTUAN 3Ditegaskannya, melihat kondisi seperti ini sudah sepatutnya pemerintah daerah kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi warga dengan sebenar-benarnya, dan jangan menganggap remeh persoalan ini. “Bukankah pejabat di lingkungan Pemkab inhu banyak yang bergelar S3 dan menguasai ilmu sosial kemasyarakatan, turunlah mereka ke lapangan, beri warga pencerahan atau motivasi, agar permasalahan ini tidak berlarut-larut. Dan apa salahnya, Yopi Arianto sebagai Bupati Inhu, memerintahkan Dinas kesehatan untuk menurunkan beberapa personilnya dilapangan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. Kenapa hal ini, tidak dia lakukan,”sebut Ferdinan Eddy Tayu, aktivis PETA asal Indonesia bagian timur ini, dengan nada menyindir.

Selain itu di lokasi yang sama, Jamri warga Desa Jati Rejo, menerima bantuan aktivis PETA dengan rasa haru. Lelaki berjanggut dan berpakaian komprang ala- muslim ini, mengucapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian aktivis PETA. “Kami tidak memandang besar dan kecilnya bantuan yang diberikan temen-temen aktivis. Dengan peduli dan mau melihat kondisi perjuangan warga saja kami sudah merasa lebih dari cukup,”ungkapnya.

BANTUAN 2Ditambahkannya, warga tetap bertahan di lokasi SB ini sampai ada kejelasan. Dirinya berharap agar pihak-pihak terkait tidak hanya menyalahkan tindakan warga saja, tetapi lihatlah permasalahan kami dengan PT TPP secara kafah atau komprehensif. “Dengan berlarut-larutnya persoalan ini, kemana lagi kami harus mengadu. Hanya aktivis LSM lah tempat kami berkeluh kesah, tempat kami bersambung rasa, karena hanya mereka yang dapat menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya tanpa kepura-puraan. Aktivis LSM lebih peduli dengan orang-orang kecil, karena mereka lebih mengerti apa itu ‘Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera)’. Menurut penilaian kami, sampai hari ini hanya aktivis LSM PETA, LSM BERNAS dan LSM LP5SBI yang peduli dengan jeritan rakyat di negeri Dayung Serempak, Untung Serentak, sebagaimana apa yang kami rasakan saat ini.” beber Jamri. (SAMSUL BAHRI/ JH PANE)

Editor: Luky Iskandar

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment