Polres Subang Tangkap Mucikari Dan 10 Pasangan Selingkuh

Written by ambukha. Posted in Hukum & Kriminal, Kabar Jabar

ilustrasi razia

Published on March 22, 2013 with No Comments

Platmerahonline.com| Subang -

ilustrasi razia

WD alias Cakil (42) asal Kel. Karanganyar, Kec./Kab. Subang, Seorang penyalur wanita penghibur (mucikari), Rabu (20/3) malam, diamankan petugas Sat Reskrim Polres Subang saat menggelar Operasi Bunga Lodaya 2013. Dalam razia itu, petugas kepolisian pun menggiring 10 pasangan selingkuh ke Mapolres Subang.

“Awalnya tersangka hanya mengaku baru kali pertama menjadi penyalur wanita penghibur, ternyata sudah sejak tahun 2010,” kata Kasatreskrim Polres Subang, AKP Darmono didampingi Kasubag Humas, AKP Joni Wardi mewakili Kapolres Subang, AKBP Chiko Ardwiatto usai memberi arahan kepada para wanita penghibur dan pasangan selingkuh, Kamis (21/3) di Unit PPA Satreskrim Polres Subang.

Penangkapan WD berawal saat polisi mencurigai adanya seseorang yang diduga sebagai komplotan penyalur wanita penghibur yang mangkal di salah satu tempat karaoke dan hotel di kawasan Subang Kota. Untuk membuktikan kecurigaan tersebut, anggota Polres Subang menyamar sebagai konsumen yang memesan wanita malam di bawah umur. Pancingan pun kena karena disanggupi dan langsung mengirimkan wanita sesuai pesanan melalui telepon.

Asuhan DW yang berjumlah 6 orang mengaku hanya sebagai pemandu lagu dan penghibur biasa. Namun dilihat dari KTP-nya ada yang dari jauh seperti Kejaksan Cirebon berinisial An (17), dan Ris (15) Kec. Compreng, Subang, Lis (27) Kec. Pagaden, Ri (29) Kec. Kasomalang, dan Mir (17) Kec. Subang Kota.

“Tersangka akan dikenakan UU perlindungan anak dan perdagangan manusia dengan ancaman 15 tahun penjara,” jelas Kapolres.

Selain itu di hotel lain yang ada di pusat kota, petugas menggiring tiga pasangan selingkuh karena berada di dalam kamar tanpa bisa menunjukkan identitas sebagai suami istri. Apalagi dilihat dari KTP-nya cukup berjauhan, pasangan pria dari wilayah kecamatan A sedangkan perempuannya dari kecamatan B, termasuk ada yang sengaja ngadon dari Indramayu.

Demikian pula yang terkena operasi di hotel lain pada malam sebelumnya sebanyak tujuh pasangan. “Mereka beralasan ketinggalan identitas dan yang lainnya berpacaran hingga kemalaman terpaksa menginap di hotel. Yang jelas kita data dan beri arahan serta membuat pernyataan sebelum dipulangkan,” kata Kapolres seraya menerangkan operasi bunga lodaya sengaja dilakukan dengan sasaran trafficking. [yd-pm] *** sumber :GM

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment