PT. ERAMITRA AGROLESTARI RAMBAH HUTAN PRODUKSI SELUAS 2.215 HEKTAR

Written by platmerah. Posted in Editorial, Hukum & Kriminal

dishut

Published on May 11, 2013 with No Comments

hutan produksiplatmerahonline.com | Sarolangun, JAMBI
Penjarahan hutan yang menjurus kepenguasaan lahan kawasan hutan produksi (HP) untuk dijadikan areal perkebunan sawit oleh PT. Eramitra Agrolestari di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Jambi tak tanggung-tangung, luasnya mencapai 2.215 Hektar. Hutan yang dirambah dan dikuasai, telah menjadi areal perkebunan sawit dengan umur 10 tahun lebih. Data tersebut diperoleh Plat Merah, lantaran sudah bukan menjadi rahasia umum lagi ditingkat Polhut dan Dinas Kehutanan Kabupaten maupun Propinsi Jambi. Ironisnya, penjarahan hutan tersebut tidak pernah ada tindakan Hukumnya.

Kasus ini terkuak, sewaktu Plat Merah melakukan investigasi ke HP Sungai Serengam yang berlokasi di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun beberapa waktu yang lalu. Di hutan tersebut, ditemukan patok batas hutan produksi (HP) dalam Areal PT. Eramitra Agrolestari dengan tegak dan kokoh. Temuan tersebut telah disampaikan kepada Kasad Polhut, Afrinal dan Kadis Bunhut Sarolangun, Ir.Joko Susilo, sekarang menjabat Kadis Pertanian Sarolangun. Temuan tersebut, supaya ditindaklanjuti ke Dinas Kehutanan Propinsi Jambi. Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan belum ada tindakan yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Propinsi Jambi terhadap PT. Eramitra Agrolestari. Menurut keterangan nara sumber yang dapat dipercaya di Dinas tersebut, persoalan ini pernah ditangani oleh anggota Polhut yang bernama Poltak, namun penanganannya terkesan mandul.

Berdasarkan data yang ditemukan, tindakan yang harus dilakukan oleh Kadis Kehutanan Propinsi Jambi Ir. Irmansyah Rachman, mengacu pada surat yang ditujukan kepada kuasa Hukum PT. Eramitra Agrolestari, Nomor : S.7688 /Dishut-2.2/III/2012 tanggal 4 Oktober 2012 Perihal hasil telaah. Isi surat tersebut pada poin 4 hurup a dan b, mengingat sebagian areal perkebunan PT. Aramitra Agrolestari areal tersebut lebih kurang 2.215 hektar berada dalam kawasan hutan, diminta agar areal tersebut dikeluarkan dari areal perkebunan PT. Aramitra Agrolestari. Hurup b, PT. Aremitra Agrolestari dilarang melakukan kegiatan pada areal yang berada dalam kewasan hutan.

Mengutip dari isi surat tersebut, PT. Eramitra Agrolestari, perbuatannya telah melanggar Undang-undang No. 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 1 hurup a, bahwa setiap orang dilarang mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah. Adapun pelanggaran tersebut akan diancam dengan pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak lima milyar rupiah.

Dengan tidak adanya tindakan tegas dari Dinas terkait, kendati sudah ada laporan dari Plat Merah tentang perambahan hutan produksi yang sudah menjurus ke arah kepenguasaan di Sarolangun, diduga PT. Aramitra Agrolestari tidak memiliki Izin pelepasan kawasan hutan dari Mentri Kehutanan RI.

Sementara itu, menurut pakar Hukum Propinsi Jambi, H. Paidillah Darma SH , saat diminta tanggapannya atas perbuatan PT. Eramitra Lestari yang telah merambah, menguasai dan menduduki kawasan Hutan tanpa izin, kepada Plat merah menerngkan, “perbuatan tersebut harus dipertangung jawabkan secara hukum, sebab perbuatannya diduga merugikan keuangan Negara seperti hutan atau kayu yang dirambah dan diambil, dan penguasaan lahan serta menduduki tanpa izin yang sah dari pejabat yang berwenang, sangat bertentangan dengan Undang-undang pokok kehutanan Nomor 41 tahun 1999. Atas perbuatannya tersebut PT. Eramitra Lestari dapat dipidana serta dikenai denda. Persoalan ini adalah persoalan Nasional yang harus ditangani dengan segera dan serius oleh penegak hukum, “ kata Paidillah.
(Rifaiduri/PM )

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment