SAT- LANAL KENDARI BERHASIL AMANKAN I58 IMIGRAN GELAP ASAL IRAN

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara, Hukum dan Politik

AL kendar--platmerah

Published on May 24, 2013 with No Comments

Al kendari1-platmerahPlatmerahonline.com | Kendari, SULTRA
Negara republik Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau, dengan lautan luas yang membentang memungkinkan kalau Indonesia disebut sebagai Negara Maritim. Selain itu, sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia yang dipimpin oleh seorang Presiden yang memiliki kekuasaan penuh dalam mengelola pemerintahan, termasuk menjaga dan mengamankan dan mempertahankan wilayah darat, laut dan udara sesuai dengan hukum yang berlaku. Luasnya wilayah yang dimiliki bangsa Indonesia, bukanlah yang mudah untuk mengawasi sepanjang pesisir dari ribu pulau tersebut. Untuk itu, bangsa Indonesia menjalin kerjasama diplomatik dengan Negara-negara tetangga dalam menjaga wilayah kedaulatannya.

Berkaitan dengan kedaulatan wilayah, baru-baru ini angkatan laut (AL) Kendari, Sulawesi Tenggara, berhasil menangkap kapal KLM Simponi bemuatan Imigran gelap ber-kewarganegaraan Iran sebanyak 158 orang, senin (20/5). Penangkapan imigran gelap tersebut berkat laporan dari masyarakat yang mengatakan kalau ada kapal melintas bermuatan imigran.

Mendengar informasi tersebut, Fredryk Sigar DAN UNIT INTEL LANAL Kendari lansung bergerak, secepatnya untuk menindak lanjuti informasi yang diterimanya. Setelah melakukan patroli di kawasan perairan Kendari, tepat pada pukul 07.30 wib Satuan Angkatan Laut yang dipimpin Langsung oleh Fredryk menemukan kapal KLM Simpony indah yang memuat imigran yang berlabuh di tepi laut. Karena mengalami kerusakan di bagian mesin pendorong kapal, mengakibatkan kapal dan para imigran tidak dapat lagi meneruskan perjalanannya. Sebagian imigran berenang ke daratan, tepatnya di Pelabuhan Beropa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan. Para imigran lansung memasuki pemukiman warga, ada yang masuk ke rumah warga dan ada pula yang bernaung dibalai-balai pertemuan. Pada pada saat itu juga, Sat Intel angkatan laut kendari, langsung melapor ke atasannya, DAN LANAL Kendari, Kolonel Yoos Suryono Hadi.

Dalam komplotan imigran tersebut, kata Fredryk, setelah diidentifikasi, ternyata para imigran tersebut terdiri dari berbagai warga Negara yakni, warga Negara Iran, Oman, Arab Saudi, Spanyol, Italia, Myanmar, dan Denmark, sehingga jumlah keseluruhan imigran tersebut mencapai 210 orang. Sedangkan, warga Negara Iran sebanyak 158 orang.
Fredryk berusaha melakukan negosiasi dengan pihak imigran untuk bisa mengevakuasi mereka ke kota Kendari guna menjaga keselamatan para imigran, serta menghindari keresahan masyarakat setempat, karena merasa terusik dengan hadirnya warga Negara asing tersebut.

Dalam proses negosiasi Sat Intel angkatan laut dengan para imigran, Fredryk menerima telepon dari seseorang berinisial “H” yang meminta agar kapal dan para imigran yang ditahan segera dilepas, untuk dibawa keluar Kendari dan akan dijemput dengan kapal lain. Kemudian “H” menjanjikan imbalan Rp 20 juta rupiah perkepala dari sekian imigran, untuk keluar dari Kendari.
“Awalnya saya menerima, tawaran tersebut, namun dalam benak saya, persetujuan yang kami sepakati hanyalah formalitas saja, dengan tujuan agar kami bisa mendeteksi sindikat mafia imigran tersebut, “tutur Fredryk kepada Plat Merah.
AL kendari 2Pada hari berikutnya, Selasa (21/5), sekitar pukul 05.00 WIB, Sat Intel Angkatan Laut Kendari yang berpatroli di sekitar perairan Labuan Beropa Kecamatan Laonti lansung menangkap kapal KM Mola Indah yang datang menjemput para imigran dan ternyata kapal tersebut adalah suruhan agen berinisial “A”. Selang beberapa jam kemudian, kapal Polisi Airud Sulawesi Tenggara datang untuk mengevakuasi para imigran. Namun, begitu melihat kapal Pol airud yang dating, sebagian dari para imigran melarikan diri ke hutan dan gunung-gunung di Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, Kabupaten konawe selatan. Alhasil, para , para imigran gelap yang dapat di evakuasi oleh Pol Airud Sulawesi tenggara hanya berjumlah 158 orang, terdiri dari warga Negara Iran.
Harapan DAN UNIT Intel LANAL kendari , “Kami dari pihak Angkatan Laut mengharapkan sekali kerjasamanya dari pihak terkait untuk mengungkap sindikat mafia yang terlibat mendatangkan imigran ke Sulawesi tenggara. Khususnya mengungkap sindikat yang berada di Sulawesi Tenggara dan keterkaitannya sampai menembus tingkat Internasional, “tandasnya. (Lilik Asron/ ilham – PM)

Editor: Luky Iskandar

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment