SELAIN AROGAN, KEPSEK SD NEGERI 101110 GUNUNG TUA LECEHKAN WARTAWAN

Written by platmerah. Posted in Berita Nusantara, Pendidikan | Budaya

galak

Published on May 04, 2013 with No Comments

platmerahonline.com | Paluta, SUMUT
Intimidasi dan kekerasan terhadap Jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Kali ini dialami Wartawan Medeks Ongku Harahap. Ongku dituding Kepala SD Negeri 101110 (07) Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Farida Wati Siregar S.Pd menjadi kaki tangan dari sejumlah media dan LSM terkait kasus rehab SD di lingkungannya. Akibatnya Kepsek tersebut kerap mendapat panggilan dari pihak terkait maupun kejaksaan.

SD Gunung tuaIntimidasi yang dilakukan Farida bermula saat Wartawan hendak menagih rekening koran di SD tersebut. Malang nasib belum sempat bergurau dan bertamu, Kepsek tersebut mengamuk dan menghardik wartawan dengan mengeluarkan nada kasar.
” Gak usah lagi tagih-tagih rekening koranmu, kita tidak usah berhubungan mengenai rekening koran lagi. Kamu (Ongku,red) merupakan dalang semua ini, sehingga kasus SD ini terungkap sehingga saya dipanggil-panggil kejaksaan,” tegas Farida kepada wartawan.

Bahkan Kepsek Farida meluapkan kekesalannya terkait perilaku insan media yang kerap datang menyambangi sekolah dengan maksud mempersoalkan proses pembangunannya.
” Saya tak takut menghadapi wartawan, apalagi kamu, bilang sama kawan-kawanmu,” ungkapnya.

Mendapat perlakuan tidak senang dan perkataan itu, Ongku lalu pergi meninggalkan SD Negeri yang terletak di Jalan Perwira, Lingkungan III, Kelurahan Pasar Gunung Tua.

Sementara itu, menanggapi peristiwa tersebut, Sekretaris Aliansi Jurnalis Muda Independen Paluta, Yasser Harahap mengecam kekerasan terhadap wartawan yang dialami ongku Harahap wartawan Medeks yang bertugas melakukan peliputan di SD Negeri 7 Gunung Tua.

Menurutnya, sebagai insan pendidikan, seorang guru tidak sepantasnya menyampaikan perkataan tersebut kepada jurnalis.
” Sangat kita sesalkan sikap dari Kepsek itu, kalau memang salah, kan ada perkataan yang pantas dan hak jawab yang diatur dalam UU Pers. Kita minta Bapak Kadisdik Paluta Drs Hazairin Hasibuan mencopot Kepsek ini, kita menolak impunitas (pembiaran tindak kejahatan) terhadap rekan jurnalis. Jurnalis ini sama dengan Guru. Sama-sama profesi, kenapa harus dihina,” katanya.

Terkait hal tersebut, Aliansi Jurnalis Muda Independen Paluta dalam waktu dekat akan menggelar aksi ke kantor Bupati. Seharusnya pihak terkait memiliki kewajiban untuk memperkenalkan tentang pengetahuan kejurnalistikan kepada kepala sekolah. Dia pun turut prihatin dengan peristiwa tersebut.
“Justru sebaliknya pendidikan mengajarkan kita tentang perdamaian dan persahabatan. Adanya kekerasan berarti ada hal yang salah. Makanya ke depan ini menjadi koreksi kita dalam dunia pendidikan,”tegasnya.
Ia juga mendesak agar Kepala Dinas Pendidikan Paluta Drs Hazairin Hasibuan mencopot Kepsek tersebut, karena telah bertindak Arogan, sewenang-wenang dan tidak menghormati profesi Pers. (HAS/PM)

Artikel Lainnya

Berikan Komentar Anda:

Leave a Comment